Posted by admin on 02 26th, 2009

Pengenalan Template Bag. 2

Artikel ini merupakan lanjutan dari bagian 1.

FILE TEMPLATE KHUSUS

belajar-wordpress.jpgCiri khas Wordpress adalah dua bentuk utama halaman web. Tampilan single-post digunakan ketika halaman web menampilkan sebuah posting. Tampilan multi-post menyusun daftar berbagai macam post atau ringkasan post, dan dkelompokkan ke kategori, tanggal, pengarang, dan biasanya digunakan untuk tampilan normal halaman blog. Kita dapat menggunakan file template index.php untuk menghasilkan semua tipe halaman atau mengikuti hirarki file template untuk memilih file template yang berbeda tergantung kondisi.

Hirarki Wordpress template menjawab pertanyaan berikut.

What template file will WordPress use when a certain type of page is displayed?

Wordpress secara otomatis mengenali file template dengan standar nama tertentu dan menggunakannya untuk halaman web dengan tipe tertentu pula. Misalnya, saat user mengklik pada judul posting, Wordpress akan tahu kalo user itu ingin melihat artikel tersebut dalam satu halaman. Secara hirarki, template Wordpress akan menggunakan file single.php dibanding index.php untuk menghasilkan halaman web – jika templatemu punya file single.php. Sama juga, kalo user mengklik link pada kategori tertentu, Wordpress akan menggunakan file category.php kalo ada, kalo ga ada, maka akan menggunakan file archive.php, klo file itu juga ga ada, wordpress akan menggunakan file index.php. Kita juga bisa membuat template khusus untuk kategori tertentu.

TIPS FILE TEMPLATE

Ini adalah beberapa tips untuk membuat file template Wordpress :

Lacak Tags Pembuka dan Penutup

File template menggunakan tags XHTML dan CSS. ELemen HTML dan CSS bisa digunakan secara bergantian di awal atau di akhir. Misalnya, elemen html dan body HTML biasanya di mulai di header.php dan berakhir di footer.php. Kebanyakan tema Wordpress menggunakan elemen HTML “div”, yang dapat terentang sampai beberapa file. Misalnya, “div” utama di halaman isi berada di header.php dan berakhir di index.php atau single .php. Melacak dimana elemen HTML dimulai dan berakhir dapat rumit jika kamu developer, designer, dan modifikasi tema. Gunakan tag komentar dalam file template untuk mengetahui tag Pembuka dan Penutup sehingga kita dapat melacak dimana tag “div” berakhir.

Menguji file template pada berbagai macam cara.

Jika kamu membuat perubahan pada comments, sidebar, search form, atau file template yang lain, yakinkan kalo kamu udah mengujinya di berbagai macam tampilan web.

Penyimpangan Komentar

Jika kamu mendesain tema sebagai public release, ingatlah bahwa beberapa orang yang mendownload templatemu akan dapat memodifikasi sesuai kebutuhan mereka. Jadi, akan sangat membantu jika kamu membuat catatan dalam file template kalo kamu mengubah theme default. Lebih bagus lagi, kalo menambahkan komentar di file style Tema.

Menutup Tag

Jika memulai sebuah tag HTML atau “div” dalam sebuah file template, pastikan kamu telah menutup tag itu di file template yang lain. Forum Wordpress banyak pertanyaan tentang “apa yang terjadi dengan tema saya” ketika mereka menghapus file footer template tanpa menutup tags yang dibuka di file header. Telusuri tag dan pastikan semua tag udah ditutup. (Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan HTML Validator)

Gunakan Style CSS untuk Template

Kamu bebas menggunakan tag HTML dan style CSS apapun yang kamu inginkan, tapi sangat dianjurkan untuk mengikuti struktur Tema Wordpress yang standar (lihat Arsitektur Situs) sehingga lebih mudah dipahami.

Post a Comment


No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment